Unit Penyediaan Steam (Boiler dan Sistem Kukus) PT. Krakatau Daya Listrik
Posted by Novan Prihasa on February 10, 2009
BAB I
PENDAHULUAN
-
Latar Belakang
Ketel uap/boiler dalam bidang industri banyak dijumpai pemanfaatannya. Ketel uap untuk pemanas, pengawet proses, dan pembangkit energi dan ketel uap mengalami kemajuan yang sangat cepat. Pembangkit listrik tenaga uap merupakan rangkaian beberapa instalasi yang tergabung menjadi satu, salah satunya yaitu instalasi boiler.
Instalasi boiler merupakan suatu peralatan pembangkit uap yang cukup kompleks melalui pemanasan air oleh gas hasil pembakaran dari bahan bakar. Boiler dapat berubah kombinasi dari economizer, pembentukan uap (evaporator), alat pemanas lanjut (superheater) dan tidak jarang juga yang dilengkapi dengan pemanas ulang (reheater). Proses ideal yang terjadi pada boiler adalah proses pemasukan energi panas tekanan konstan.
-
Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini yaitu untuk mempelajari deskripsi boiler, jenis-jenis boiler, serta aplikasinya dalam bidang industri. Dalam hal ini dibahas unit penyediaan steam (boiler dan sistem kukus) yang digunakan oleh PT. Krakatau Daya Listrik.
BAB II
PEMBAHASAN
-
Deskripsi Boiler
Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar. Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem.
Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Dua sumber air umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali dari proses dan (2) Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari lua r ruang boiler dan plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan economizer untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas buang.
2.2. Jenis Boiler
Bagian ini menerangkan tentang berbagi jenis boiler: Fire tube boiler, Water tube boiler, Paket boiler, Fluidized bed combustion boiler, Atmospheric fluidized bed combustion boiler, Pressurized fluidized bed combustion boiler, Circulating fluidized bed combustion boiler, Stoker fired boiler, Pulverized fuel boiler, Boiler pemanas limbah (Waste heat boiler) dan Pemanas fluida termis.
-
Fire Tube Boiler
Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada didalam shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan untuk kapasitas steam yang relative kecil dengan tekanan steam rendah sampai sedang. Sebagai pedoman, fire tube boilers kompetitif untuk kecepatan steam sampai 12.000 kg/jam dengan tekanan sampai 18 kg/cm2. Fire tube boilers dapat menggunakan bahan baker minyak bakar, gas atau bahan bakar padat dalam operasinya. Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fire tube boilers dikonstruksi
sebagai “paket” boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.
Gambar 2.1. Fire Tube Boiler
2.2.2. Water Tube Boiler
Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk kedalam drum. Air yan tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam pada daerah uap dalam drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat modern dirancang dengan kapasitas steam antara 4.500 – 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak water tube boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar dan gas. Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket.
Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:
-
Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran
-
Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
-
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

Gambar 2.2. Diagram Sederhana Water Tube Boiler
(YourDictionary.com)
2.2.3. Paket Boiler
Disebut boiler paket sebab sudah tersedia sebagai paket yang lengkap. Pada saat dikirim ke pabrik, hanya memerlukan pipa steam, pipa air, suplai bahan bakar dan sambungan listrik untuk dapat beroperasi. Paket boiler biasanya merupakan tipe shell and tube dengan rancangan fire tube dengan transfer panas baik radiasi maupun konveksi yang tinggi.
Ciri-ciri dari packaged boilers adalah:
-
Kecilnya ruang pembakaran dan tingginya panas yang dilepas menghasilkan penguapan yang lebih cepat.
-
Banyaknya jumlah pipa yang berdiameter kecil membuatnya memiliki perpindahan panas konvektif yang baik.
-
Sistim forced atau induced draft menghasilkan efisiensi pembakaran yang baik.
-
Sejumlah lintasan/pass menghasilkan perpindahan panas keseluruhan yang lebih baik.
-
Tingkat efisiensi thermisnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan boiler lainnya.

Gambar 2.3. Jenis Paket Boiler 3 Pass, bahan bakar Minyak
(Spirax Sarco)
Boiler tersebut dikelompokkan berdasarkan jumlah pass nya – yaitu berapa kali gas pembakaran melintasi boiler. Ruang pembakaran ditempatkan sebagai lintasan pertama setelah itu kemudian satu, dua, atau tiga set pipa api. Boiler yang paling umum dalam kelas ini adalah unit tiga pass/ lintasan dengan dua set fire-tube/ pipa api dan gas buangnya keluar dari belakang boiler.
2.2.4. Boiler Pembakaran dengan Fluidized Bed (FBC)
Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) muncul sebagai alternatif yang memungkinkan dan memiliki kelebihan yang cukup berarti dibanding sistim pembakaran yang konvensional dan memberikan banyak keuntungan – rancangan boiler yang kompak, fleksibel terhadap bahan bakar, efisiensi pembakaran yang tinggi dan berkurangnya emisi polutan yang merugikan seperti SOx dan NOx. Bahan bakar yang dapat dibakar dalam boiler ini adalah batubara, barang tolakan dari tempat pencucian pakaian, sekam padi, bagas & limbah pertanian lainnya. Boiler fluidized bed memiliki kisaran kapasitas ya ng luas yaitu antara 0.5 T/jam sampai lebih dari 100 T/jam.
Bila udara atau gas yang terdistribusi secara merata dilewatkan keatas melalui bed partikel padat seperti pasir yang disangga oleh saringan halus, partikel tidak akan terganggu pada kecepatan yang rendah. Begitu kecepatan udaranya berangsur-angsur naik, terbentuklah suatu keadaan dimana partikel tersuspensi dalam aliran udara – bed tersebut disebut “terfluidisasikan”.
Dengan kenaikan kecepatan udara selanjutnya, terjadi pembentukan gelembung, turbulensi yang kuat, pencampuran cepat dan pembentukan permukaan bed yang rapat. Bed partikel padat menampilkan sifat cairan mendidih dan terlihat seperti fluida – “bed gelembung fluida/ bubbling fluidized bed”.
Jika partikel pasir dalam keadaan terfluidisasikan dipanaskan hingga ke suhu nyala batubara, dan batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed, batubara akan terbakar dengan cepat dan bed mencapai suhu yang seragam. Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) berlangsung pada suhu sekitar 840OC hingga 950OC. Karena suhu ini jauh berada dibawah suhu fusi abu maka pelelehan abu dan permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari.
Suhu pembakaran yang lebih rendah tercapai disebabkan tingginya koefisien perpindahan panas sebagai akibat pencampuran cepat dalam fluidized bed dan ekstraksi panas yang efektif dari bed melalui perpindahan panas pada pipa dan dinding bed. Kecepatan gas dicapai diantara kecepatan fluidisasi minimum dan kecepatan masuk partikel. Hal ini menjamin operasi bed yang stabil dan menghindari terbawanya partikel dalam jalur gas.
2.2.5. Atmospheric Fluidized Bed Combustion (AFBC) Boiler
Kebanyakan boiler yang beroperasi untuk jenis ini adalah Atmospheric Fluidized Bed Combustion (AFBC) Boiler. Alat ini hanya berupa shell boiler konvensional biasa yang ditambah dengan sebuah fluidized bed combustor. Sistim seperti telah dipasang digabungkan dengan water tube boiler/ boiler pipa air konvensional.
Batubara dihancurkan menjadi ukuran 1 – 10 mm tergantung pada tingkatan batubara dan jenis pengumpan udara ke ruang pembakaran. Udara atmosfir, yang bertindak sebagai udara fluidisasi dan pembakaran, dimasukkan dengan tekanan, setelah diberi pemanasan awal oleh gas buang bahan bakar. Pipa dalam bed yang membawa air pada umumnya bertindak sebagai evaporator. Produk gas hasil pembakaran melewati bagian super heater dari boiler lalu mengalir ke economizer, ke pengumpul debu dan pemanas awal udara sebelum dibuang ke atmosfir.
2.2.6. Pressurized Fluidized Bed Combustion (PFBC) Boiler
Pada tipe Pressurized Fluidized bed Combustion (PFBC), sebuah kompresor memasok udara Forced Draft (FD), dan pembakarnya merupakan tangki bertekanan. Laju panas yang dilepas dalam bed sebanding dengan tekanan bed sehingga bed yang dalam digunakan untuk mengekstraksi sejumlah besar panas. Hal ini akan meningkatkan efisiensi pembakaran dan peyerapan sulfur dioksida dalam bed. Steam dihasilkan didalam dua ikatan pipa, satu di bed dan satunya lagi berada diatasnya. Gas panas dari cerobong menggerakan turbin gas pembangkit tenaga. Sistim PFBC dapat digunakan untuk pembangkitan kogenerasi (steam dan listrik) atau pembangkit tenaga dengan siklus gabungan/ combined cycle. Operasi combined cycle (turbin gas & turbin uap) meningkatkan efisiensi konversi keseluruhan sebesar 5 hingga 8 persen.
2.2.7. Atmospheric Circulating Fluidized Bed Combustion Boilers (CFBC)
Dalam sistim sirkulasi, parameter bed dijaga untuk membentuk padatan melayang dari bed. Padatan diangkat pada fase yang relatif terlarut dalam pengangkat padatan, dan sebuah down-comer dengan sebuah siklon merupakan aliran sirkulasi padatan.Tidak terdapat pipa pembangkit steam yang terletak dalam bed. Pembangkitan dan pemanasan berlebih steam berlangsung di bagian konveksi, dinding air, pada keluaran pengangkat/ riser.
Boiler CFBC pada umumnya lebih ekonomis daripada boiler AFBC, untuk penerapannya di industri memerlukan lebih dari 75 – 100 T/jam steam. Untuk unit yang besar, semakin tinggi karakteristik tungku boiler CFBC akan memberikan penggunaan ruang yang semakin baik, partikel bahan bakar lebih besar, waktu tinggal bahan penyerap untuk pembakaran yang efisien dan penangkapan SO2 yang semakin besar pula, dan semakin mudah penerapan teknik pembakaran untuk pengendalian NOx daripada pembangkit steam AFBC.
Gambar 2.4. CFBC Boiler
(Thermax Babcock & Wilcox Ltd, 2001)
2.2.8. Stoker Fired Boilers
Stokers diklasifikasikan menurut metode pengumpanan bahan bakar ke tungku dan oleh jenis grate nya. Klasifikasi utama nya adalah spreader stoker dan chain-gate atau traveling-gate stoker.
A. Spreader stokers
Spreader stokers memanfaatkan kombinasi pembakaran suspensi dan pembakaran grate. Batubara diumpankan secara kontinyu ke tungku diatas bed pembakaran batubara. Batubara yang halus dibakar dalam suspensi; partikel yang lebih besar akan jatuh ke grate, dimana batubara ini akan dibakar dalam bed batubara yang tipis dan pembakaran cepat. Metode pembakaran ini memberikan fleksibilitas yang baik terhadap fluktuasi beban, dikarenakan penyalaan hampir terjadi secara cepat bila laju pembakaran meningkat. Karena hal ini, spreader stoker lebih disukai dibanding jenis stoker lainnya dalam berbagai penerapan di industri.

Gambar 2.5. Spreader Stoker Boiler
(Department of Coal, 1985)
B. Chain-grate atau traveling-grate stoker
Batubara diumpankan ke ujung grate baja yang bergerak. Ketika grate bergerak sepanjang tungku, batubara terbakar sebelum jatuh pada ujung sebagai abu. Diperlukan tingkat keterampilan tertentu, terutama bila menyetel grate, damper udara dan baffles, untuk menjamin pembakaran yang bersih serta menghasilkan seminimal mungkin jumlah karbon yang tidak terbakar dalam abu.
Hopper umpan batubara memanjang di sepanjang seluruh ujung umpan batubara pada tungku. Sebuah grate batubara digunakan untuk mengendalikan kecepatan batubara yang diumpankan ke tungku dengan mengendalikan ketebalan bed bahan bakar. Ukuran batubara harus seragam sebab bongkahan yang besar tidak akan terbakar sempurna pada waktu mencapai ujung grate.

Gambar 2.6. Gambar Traveling Grate Boiler
(University of Missouri, 2004)
2.2.9 Pulverized Fuel Boiler
Kebanyakan boiler stasiun pembangkit tenaga yang berbahan bakar batubara menggunakan batubara halus, dan banyak boiler pipa air di industri yang lebih besar juga menggunakan batubara yang halus. Teknologi ini berkembang dengan baik dan diseluruh dunia terdapat ribuan unit dan lebih dari 90 persen kapasitas pembakaran batubara merupakan jenis ini.
Untuk batubara jenis bituminous, batubara digiling sampai menjadi bubuk halus, yang berukuran +300 micrometer (μm) kurang dari 2 persen dan yang berukuran dibawah 75 microns sebesar 70-75 persen. Harus diperhatikan bahwa bubuk yang terlalu halus akan memboroskan energi penggilingan. Sebaliknya, bubuk yang terlalu kasar tidak akan terbakar sempurna pada ruang pembakaran dan menyebabkan kerugian yang lebih besar karena bahan yang tidak terbakar. Batubara bubuk dihembuskan dengan sebagian udara pembakaran masuk menuju plant boiler melalui serangkaian nosel burner. Udara sekunder dan tersier dapat juga ditambahkan. Pembakaran berlangsung pada suhu dari 1300 – 1700 °C, tergantung pada kualitas batubara. tinggal partikel dalam boiler biasanya 2 hingga 5 detik, dan partikel harus cukup kecil untuk pembakaran yang sempurna.
Sistim ini memiliki banyak keuntungan seperti kemampuan membakar berbagai kualitas batubara, respon yang cepatterhadap perubahan beban muatan, penggunaan suhu udara pemanas awal yang tinggi dll. Salah satu sistim yang paling populer untuk pembakaran batubara halus adalah pembakaran tangensial dengan menggunakan empat buah burner dari keempat sudut untuk menciptakan bola api pada pusat tungku.

Gambar 2.7. Pembakaran tangensial untuk bahan bakar halus
(Referensi tidak diketahui)
2.2.10. Boiler Limbah Panas
Dimanapun tersedia limbah panas pada suhu sedang atau tinggi, boiler limbah panas dapat dipasang secara ekonomis. Jika kebutuhan steam lebih dari steam yang dihasilkan menggunakan gas buang panas, dapat digunakan burner tambahan yang menggunakan bahan bakar. Jika steam tidak langsung dapat digunakan, steam dapat dipakai untuk memproduksi daya listrik menggunakan generator turbin uap. Hal ini banyak digunakan dalam pemanfaatan kembali panas dari gas buang dari turbin gas dan mesin diesel.

Gambar 2.8. Skema sederhana Boiler Limbah Panas
(Agriculture and Agri-Food Canada, 2001)
2.2.11. Pemanas Fluida Termis
Saat ini, pemanas fluida termis telah digunakan secara luas dalam berbagai penerapan untuk pemanasan proses tidak langsung. Dengan menggunakan fluida petroleum sebagai media perpindahan panas, pemanas tersebut memberikan suhu yang konstan. Sistim pembakaran terdiri dari sebuah fixed grate dengan susunan draft mekanis.
Pemanas fluida thermis modern berbahan bakar minyak terdiri dari sebuah kumparan ganda, konstruksi tiga pass dan dipasang dengan sistim jet tekanan. Fluida termis, yang bertindak sebagai pembawa panas, dipanaskan dalam pemanas dan disirkulasikan melalui peralatan pengguna. Disini fluida memindahkn panas untuk proses melalui penukar panas, kemudian fluidanya dikembalikan ke pemanas. Aliran fluida termis pada ujung pemakai dikendalikan oleh katup pengendali yang dioperasikan secara pneumatis, berdasarkan suhu operasi. Pemanas beroperasi pada api yang tinggi atau rendah tergantung pada suhu minyak yang kembali yang bervariasi tergantung beban sistim.
Keuntungan pemanas tersebut adalah :
-
Operasi sistim tertutup dengan kehilangan minimum dibanding dengan boiler steam.
-
Operasi sistim tidak bertekanan bahkan untuk suhu sekitar 250 0C dibandingkan kebutuhan tekanan steam 40 kg/cm2 dalam sistim steam yang sejenis.
-
Penyetelan kendali otomatis, yang memberikan fleksibilitas operasi.
-
Efisiensi termis yang baik karena tidak adanya kehilangan panas yang diakibatkan oleh blowdown, pembuangan kondensat dan flash steam.
Faktor ekonomi keseluruhan dari pemanas fluida termis tergantung pada penerapan spesifik dan dasar acuannya. Pemanas fluida thermis berbahan bakar batubara dengan kisaran efisiensi panas 55-65 persen merupakan yang paling nyaman digunakan dibandingkan dengan hampir kebanyakan boiler. Penggabungan peralatan pemanfaatan kembali panas dalam gas buang akan mempertinggi tingkat efisiensi termis selanjutnya.

Gambar 2.9. Konfigurasi Pemanas Fluida Thermis
(Mesin Energi India)
- Pengolahan Air Umpan dan Boiler PT. Krakatau Daya Listrik
Pengolahan air umpan boiler dilakukan di water treatment plant (WTP). Instalasi pengolahan air umpan boiler di water treatment plant dari 3 line, tiap line terdiri dari saringan pasir, kation filter, anion filter, mix-bed filter. Diantara kation dan anion filter terdapat satu buah degasifire yang digunakan untuk melayani ketiga line tersebut. Untuk menyimpan air deionat yang dihasilkan maka dibuat tangki deionat yang berkapasitas 2×200 m3 diluar bangunan water treatment plant. Untuk pencucian dan regenerasi, instalasi dilengkapi dua blower, tangki NaOH berbentuk sisik. Setelah mix-bed filter dipasang motor valve yang menutup secara otomatis bila daya hantar listrik deionat lebih besar 0.2 mikroS/cm.
- Pengolahan Air Umpan Boiler
Pengolahan air umpan di water treatment plan (WTP) dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Gambar 2.10. Proses Pengolahan Air Umpan Boiler di WTP
Air yang diolah berasal dari PT. Krakakatu Tirta Industri yang masih berupa air baku atau air industri. Air baku dari PT. Krakatau Tirta Industri pertama kali disaring dengan gravel filter yang didalamnya terdapat unggun pasir kuarsa sebagai filter. Dalam gravel vilter terjadi pemisahan secara fisika. Air dari garvel filter kemudian dialirkan ke kation exchanger. Ion-ion positif yang terkandung dalam air akan diikat oleh resin-resin kation yang terdapat dalam ion exchanger. Setelah itu air dilewatkan ke CO2 degasifier untuk menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air. Air dari CO2 degasifier diumpankan ke anion exchanger setelah itu dialirkan ke mix-bed filter untuk mengikat ion-ion yang lolos dari kation dan anion exchanger kemudian air deionat ditampung ditangki deionat.
Air umpan boiler diolah dari air baku di WTP, sehingga air tersebut dapat memenuhi syarat sebagai air umpan boiler. Kualitas air umpan boiler adalah sebagai berikut:
-
Air Umpan Boiler
Kualitas air umpan boiler yang digunakan adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1. Kualitas Air Umpan Boiler
Spesifikasi Keterangan
Tampak Jernih dan tidak berwarna
Oksigen 0.02 mg/liter
Kesadahan Tak terdekteksi (sangat kecil)
Besi 0.02 mg/liter
Karbondioksida Sangat kecil
Daya hantar listrik pada 25oC 0.2 mikroS/cm
Angka permanganat 5
Minyak 0.5 mg/l
pH pada 250oC 9
Silikat 0.02 mg/l
-
Boiler Drum
Kualitas air di dalam boiler drum PT Krakatau Daya Listrik dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.2. Kualitas Air dalam Boiler Drum
Spesifikasi
Keterangan
Nilai p
0.3 mval/kg
Silikat
1.8 mg/l
Phosphate
3.0 mg/l
Daya hantar listrik pada 250oC
300 mikroS/cm
2.3.2. Boiler PT. Krakatau Daya Listrik
Ketep uap yang kompratibel adalah ketel uap yang menggunakan sistem pengapian otomatis yaitu bisa menggunakan bahan bakar minyak, gas, dan lainnya yang dapat diubah-ubah setiap saat. Ketel uap pada PT. Krakatau Daya Listrik menggunakan bahan bakar gas secara bersamaan tetapi tidak dalam salah satu burner. PT. Krakatau Daya Listrik mempunyai 5 ketel uap yang identik. Ketel uap itu adalah ketel uap sirkulasi alami yang mempunyai tipe pipa air. Ketel uap memanfaatkan gas buang hasil pembakaraan untuk memanaskan permukaan pemanas pada evaporator, ekonomizer dan super heater sehingga gas buangnya tersebut meninggalkan ketel uap melalui cerobong asap. PT. Krakatau Daya Listrik memiliki kapasitas 350 ton/jam pada setiap unitnya.
-
Spesifikasi Boiler PT. Krakatau Daya Listrik
Boiler adalah pesawat penghasil uap bertekanan yang biasanya terbuat dari bejana tertutup. Dengan cara memanaskan air didalamnya, menyebabkan air berubah menjadi uap bertekanan yang pemakaiannya diluar dari pesawatnya. Boiler ini terdapat dalam beberapa tipe tergantung kepada penggunaan akhir. Boiler juga diklasifikasikan yaitu :
-
-
Menurut strukturnya
-
Cara sirkulasi air
-
Type bahan bakar
-
Jenis material yang digunakan
Tetapi pada umumnya secara garis besar dibedakan kedalam ketel silinder (cylindrical boiler) dan ketel pipa air (water tube boiler). Kedua jenis boiler inilah yang digunakan oleh PT. Krakatau Daya Listrik untuk mengolah air umpan boiler menjadi energi listrik.
-
Ketel Silinder (Cylindrical Boiler)
Type ini biasanya efisiensi kerjanya rendah sekitar 50-70%, kapasitas penguapan antara 1-20 ton/jam dengan tekanan < 10 kg/cm2. Gas panas melewati bagian dalam pipa yang disekitar pipa dialiri air, pemindahan panas terjadi di permukaan pipa dan terjadi penguapan.
-
Ketel Pipa Air (Water Tube Boiler)
Pada jenis pipa air penguapan terjadi dengan mengalirkan air ke bagian dalam pipa dan gas panas di bagian luar pipa. Biasanya pada jenis ini lebih banyak dipergunakan pada tekanan sedang dan tinggi, kapasitas tinggi, kualitas uap tinggi, dan dilengkapi dengan penampung air, penampung uap yang terpisah menjadi satu. Cara operasinya kebanyakan dengan sirkulasi baik secara paksaan (mekanis) atau sirkulasi alam. Menurut cara sirkulasinya water tube boiler dibedakan ke dalam 3 jenis yaitu :
-
Boiler Sirkulasi Alam (Natural Circulation)
Sirkulasi terjadi disebabkan karena perbedaan densitas air yang lebih panas dan campuran air pada titik didihnya.
-
Boiler Sirkulasi Paksaan (Forced Cirulation)
Sirkulasi dilakukan oleh pompa dan biasanya ini sering digunakan pada boiler tekanan lebih tinggi.
-
Boiler Satu Kali Lintas (One Through)
Air diumpan dari ujung, sepanjang pipa air mengalami pemanasan, penguapan, pemanasan uap, pemanasan uap lanjut dan meninggalkan pipa ujung lain dalam keadaan super heated. Jenis ini khususnya untuk boiler bertekanan supercritical yang dipergunakan di pusat pembangkit tenaga.
Tujuan utama water tube boiler PT. Krakatau Daya Listrik adalah :
-
Diperlukan uap murni dan jenuh berkualitas tinggi tanpa adanya kontaminasi zat-zat padat larut dan tak larut
-
Dilengkapi steam superheater dengan demikian tidak akan terjadi deposit pada pipa-pipa steam superheater
-
Uap digunakan untuk menggerakkan turbin, maka dikehendaki kualitas uap yang tidak menyebabkan deposit di sudut-sudut turbin
-
Uap diperlukan dalam jumlah besar, kapasitas >200000 pound/jam, >75 MT/jam, dan bertekanan >200 psi atau 13.6 bar
Spesifikasi boiler pada PT. Krakatau Daya Listrik adalah sebagai berikut:
Tabel 2.3. Spesifikasi Boiler
| Spesifikasi |
Keterangan |
| Pabrik pembuat |
Man – Lenjes (Jerman Barat) |
| Tahun pembuatan |
1976 – 1977 |
| Tipe |
Sirkulasi alami, pipa air |
| Kapasitas uap maksimum |
350 ton/jam |
| Tekanan uap keluar super heater (uap kering) |
72 bar |
| Temperatur uap kering |
480oC |
| Jumlah uap pengabut (atomizing steam) |
1000 kg/jam |
| Daya listrik per unit yang diperlukan |
795 kW (operasi BBM) 810 kW (operasi BBG) |
| Efisiensi (menurut DIN 1942) |
92 % (operasi BBM) 91.7 % (operasi BBG) |
| Temperatur gas buang |
193oC (operasi BBM) 198oC (operasi BBG) |
Dimensi boiler PT. Krakatau Daya Listrik dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.4. Dimensi Boiler
|
Dimensi |
Keterangan |
|
Tinggi konstruksi baja pendukung |
41.5 m |
|
Lebar |
12 m |
|
Tinggi keseluruhan |
60 m |
BAB III
KESIMPULAN
Hasil analisa unit penyediaan steam (boiler dan sistem kukus) pada PT. Krakatau Daya Listrik dapat disimpulkan sebagai berikut :
-
Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam.
-
Pengolahan air umpan boiler dilakukan di water treatment plant (WTP). Instalasi pengolahan air umpan boiler di water treatment plant dari 3 line, tiap line terdiri dari saringan pasir, kation filter, anion filter, mix-bed filter.
3. Tujuan utama water tube boiler PT. Krakatau Daya Listrik adalah :
-
Diperlukan uap murni dan jenuh berkualitas tinggi tanpa adanya kontaminasi zat-zat padat larut dan tak larut
-
Dilengkapi steam superheater dengan demikian tidak akan terjadi deposit pada pipa-pipa steam superheater
-
Uap digunakan untuk menggerakkan turbin, maka dikehendaki kualitas uap yang tidak menyebabkan deposit di sudut-sudut turbin
-
Uap diperlukan dalam jumlah besar, kapasitas >200000 pound/jam, >75 MT/jam, dan bertekanan >200 psi atau 13.6 bar
DAFTAR PUSTAKA
Badri, Muhammad. 2007. “Perhitungan Neraca Massa dan Neraca Energi di Boiler PT. Krakatau Daya Listrik”. FT. UNTIRTA : Cilegon.
Margono. “Analisa Aliran Panas pada Ketel Cheng Chen CF 704″. Semarang. 2002.
United Nations Environment Programme. “Peralatan Energi Panas : Boiler & Pemanas Fluida Termis : Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia”. India. 2006.
Download PDF File :
unit-penyediaan-steam-pt-krakatau-daya-listrik1

Psycleextence said
Create pure drinking water with our Atmospheric Water Generators
http://tinyurl.com/ab5vyz
rizal said
thanx bro….
Novan Prihasa said
sama-sama rizal…
M Novyan said
Bisakah saya dijelaskan proses pengolahan air umpan menggunakan resin secara jelas? Dimana saya bisa mencari handbook nya?
yudhi said
kok dasar teorinya njiplak mentah2 gitu????
Solih said
Saya Ingin Tahu Fungsi Header Pada Boiler??
Mohon Di Di jelaskN?
mamang-e said
bhewwwwwwwwww